Penyusunan Model Volume Hutan Alam dengan menggunakan Sentinel 2A di Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin

Main Article Content

Muhammad Sulfikar Setiawan
Syamsu Rijal

Abstract

Indonesia memiliki kawasan hutan yang luas dan beragam, yang menjadikan data dan informasi terkait kondisi hutan sebagai elemen krusial dalam pemantauan sektor kehutanan. Hal ini penting agar perencanaan pengelolaan hutan dapat dilakukan secara tepat sasaran, berkelanjutan, dan bijaksana. Informasi sumber daya hutan dalam bentuk data digital, baik dalam format tabular maupun spasial, menjadi dasar utama bagi para pengambil kebijakan di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten dalam menetapkan arah pembangunan yang produktif dan ramah lingkungan. Penggunaan metode penginderaan jauh dengan citra Sentinel-2A terbukti mampu mengestimasi volume pohon secara efisien dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks kerapatan vegetasi dan mengembangkan model volume hutan di Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin, khususnya pada kawasan Hutan Alam, melalui pendekatan model estimasi indeks vegetasi berbasis citra Sentinel-2A. Pengumpulan data lapangan dilakukan dengan mengukur dimensi pohon, jenis pohon, serta jumlah pohon yang ada. Volume pohon dihitung berdasarkan dimensi pohon (diameter setinggi dada (DBH) dan tinggi pohon), sementara analisis statistik digunakan untuk mengukur korelasi dan regresi antara data NDVI hasil penginderaan jauh dengan data volume di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya 23 jenis spesies pohon dengan rata-rata volume 0,74 m³/ha. Model regresi logaritmik terbukti menjadi model terbaik dalam mengestimasi volume hutan alam di kawasan ini, dengan nilai Adjusted-R² sebesar 0,723 dan SEE sebesar 7,14. Estimasi total volume pohon di area tersebut mencapai 13.533,18 m³/ha, dengan distribusi volume yang bervariasi berdasarkan tingkat kerapatan vegetasi: vegetasi sangat rendah (NDVI <0,15) dengan volume pohon <2.706 m³/ha (0,02% dari total area), vegetasi rendah (NDVI 0,15-0,30) dengan volume 2.707-5.412 m³/ha (0,58%), vegetasi sedang (NDVI 0,30-0,45) dengan volume 5.413-8.118 m³/ha (7,39%), vegetasi tinggi (NDVI 0,45-0,60) dengan volume terbesar 8.119-10.824 m³/ha (65,68%), serta vegetasi sangat tinggi (NDVI >0,60) dengan volume pohon mencapai 10.825 m³/ha (26,33%).

Article Details

Section
Articles